Begini Cara Minum dan Tips Mengenali Wine yang Nikmat

Minum wine adalah satu aktivitas yang juga jadi gaya hidup kekinian. Minuman yang biasa dikonsumsi untuk menghangatkan badan ini, sekarang juga gampang ditemui di restoran, lounge atau tempat jamuan lainnya.

Buat kamu yang tertarik mencoba ada beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang wine nih. Mulai dari jenis-jenisnya, cara mengenali wine yang enak sampai tata cara minum yang benar. Kalau sudah tahu, kamu enggak bakal keliatan kagok dan pastinya bisa gabung bareng penikmat winelainnya.

Kenali Varian Wine
Ada lima tipe wine, yaitu red, white, sparkling, rose dan fortified. Perbedaan ini berdasarkan bahan baku dan proses pembuatannya. Selain itu, ada juga pembagian yang berdasarkan kandungan alkohol, yaitu light, medium dan full bodied.

Jenis white, red dan rose adalah tipe-tipe wine yang lebih banyak dikonsumsi. Sedangkan jenis fortified, mengandung lebih banyak alkohol karena hasil campuran wine dengan spirits atau alkohol.

Pilih Pasangan Yang Pas
Setiap varian wine akan semakin terasa nikmatnya kalau dikonsumsi bareng menu tertentu. Sebelum kamu bisa memilih tipe wine favorit, tergantung tingkat kandungan alkohol dan gula di dalamnya. Prinsipnya, gabungkan heavy wine atau yang beralkohol tinggi dengan makanan yang berat juga.

Misalnya, kamu bisa menikmati white wine bareng makanan yang mengandung produk susu seperti keju atau krim saus. Kamu juga dapat mengonsumsi sparkling wine dengan stik setengah matang atau ikan.

Kombinasi makanan ini bukan hanya untuk menikmati wine dan makanan yang dipasangkannya. Tapi juga untuk menghasilkan sensasi rasa baru yang enggak ada tandingannya.

Pilih Wine Botol atau Gelas
Ada wine yang ditawarkan per botol atau per gelas. Keduanya tentu punya harga yang berbeda. Umumnya satu botol wine dapat dikonsumsi untuk empat sampai lima gelas. Tapi kadang ada juga pengunjung restoran yang enggak menghabiskan seluruh isi botol.

Pihak restoran ada yang memanfaatkan sisa wine dalam botol ini untuk dijual lagi dengan sajian per gelas. Ada juga yang menggunakannya untuk media belajar para bartender.

Buat kamu yang baru mau mencoba, sebaiknya pesan wine dengan sajian per gelas. Karena belum tentu bisa langsung habis satu botol juga kan? Dengan meminum wine dalam porsi kecil, kamu juga bisa mencicipi berbagai varian yang tersedia.

Cicipi House Wine
Apa sih house wineWine ini spesifik, hanya diproduksi dan tersedia di restoran atau bar tertentu. Di restoran ternama, house wine biasanya dipasangkan dengan special dishes yang juga dijual di sana.

House wine kadang juga disajikan sebagai minuman pengantar. Setelah mencobanya, pengunjung dapat memesan wine dan makanan lain di sana.

Kalau kamu baru pertama kali ke suatu restoran, ada baiknya mencicipi house wine. Dengan begitu kamu bisa tahu karakter wine yang jadi andalan di sana.

Hindari Membayar Lebih
Naiknya harga bahan makanan dan upah pekerja membuat penyedia jasa makanan harus menambah harga jual mereka. Hal ini juga berlaku buat restoran yang menjual wine. Tapi kamu bisa mensiasatinya kok.

Pertama, hindari ‘second botol paradox’. Dalam daftar menu, tersedia wine dari harga termahal sampai termurah. Ternyata, enggak sedikit orang yang memilih wine dengan harga selevel di atas wine termurah.

Dengan begitu, mereka mendapat wine yang lebih berkualitas, tapi tetap bisa menghemat pengeluaran. Hal inilah yang perlu kamu waspadai. Karena biasanya pihak restoran sudah menaikkan harga wine yang ada di deretan wine murah.

Beberapa restoran juga ada yang menawarkan wine dengan brand artis ternama.
Harga wine ini biasanya lebih mahal dibanding wine lain. Padahal kualitasnya belum tentu lebih baik. Jadi, daripada coba-coba dan harus membayar lebih, sebaiknya kamu memilih wine yang sudah jelas berkualitas.

Pelajari Cara Membaca Menu Wine
Restoran yang khusus menyediakan wine, sering mencantumkan kode di samping menu minumannya. Dari kode ini, pengunjung bisa mengetahui produsennya, jenis wine, tingkat alkohol, serta tahun dan lokasi pembuatan.

Misalnya, di daftar wine tertulis “shafer one point five cabernet sauvignon ’09 napa”.

Ini berarti, wine tersebut diproduksi oleh Shafer dari kebun anggur One Point Five. Bahan dasarnya yaitu Cabernet Sauvignon (sejenis anggur merah). Lalu dibuat pada tahun 2009 di Napa Valley.

Pelajari Cara Swirl dan Toast Wine
Waktu wine pesanan kamu datang, pasti kamu langsung tergoda buat mencicipinya. Sebelum itu, pelajari dulu cara mengaduk wine atau swirl technique yang  tepat agar rasa wine semakin nikmat.

Dengan menggoyang gelas wine secara perlahan, wine kamu akan mengalami aerasi. Kekentalan atau viskositas wine juga dapat terpengaruhlho. Semakin tinggi viskositasnya, maka kandungan alkohol dan gulanya juga semakin tinggi.

Selain swirl technique, kamu juga perlu tahu teknik toast. Saat mempertemukan gelas wine bareng teman-teman, gerakkan gelas kamu seperti menggerakkan bel.

Lakukan toast pada bagian tengah gelas, karena bagian inilah yang menghasilkan suara paling keras.

Cicipi Wine dengan Benar
Semakin banyak jenis wine yang kamu cicipi, maka kamu akan lebih mengenali aroma dan rasanya. Untuk aroma, ada tiga tahapan yang bisa kamu kenali.

Aroma pertama yang lebih dominan adalah aroma anggur yang jadi bahan dasarnya. Aroma lain berasal dari proses pembuatannya yang menimbulkan aroma yeast atau ragi. Semakin lama penyimpanan wine, maka aroma ini bakal semakin tajam.

Saat diminum, jangan langsung menelan wine dalam satu tegukan. Tapi cecap dulu rasanya di lidah kamu. Minum wine bukan sekedar aktivitas konsumtif, tapi bagian dari satu pengalaman yang harus dinikmati.

 

#source : n e t z . i d
Share